Welcome

Selamat datang di blog saya semoga isi dari blog ini dapat membantu kalian yang sedang mencari bahan atau materi perkuliahan

Tampilkan postingan dengan label Etika Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010

konsep filsafat

PENGERTIAN FILSAFAT

Arti Etimologis
Yunani: Philshopia (Philein:mencintai,atau philla:cinta, dan sophia:kearifan)
Inggris: Philosiphy(cinta kearifan)
Dalam uraian tradisional dari Yunani Kuno Phytagoras (572-497) dinyatakan sebagai orang yang pertama memakai kata philosophia.
Filsafat: cinta kebijaksanaan.


Filsafat adalah ibu segala ilmu, darinyalah seluruh pengetahuan manusia berasal.
Filsafat: Mencari sebab yang sedalam-dalamnya dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Ilmu filsafat: filsafat dan pengetahuannya tersusun secara obyektif, sistematis, metodis, dan universal.
Filsafat memiliki tiga kajian utama:
Wilayah ada (ontologi)
Wilayah pengetahuan (epistemologi)
Wilayah nilai (aksiologi)

KONSEPSI FILSAFAT PLATO

Filsafat masih dianggap sebagai suatu studi yang kebanyakan membicarakan pokok-pokok soal dari dialog-dialog dengan metode dialektika. Secara etimologis istilah dialektika berarti seni berdiskusi.
Filsafat sebagai pencarian terhadap hal-hal penghabisan (suatu penyidikan terhadap sifat dasar yang penghabisan dari kenyataan)
KONSEPSI FILSAFAT ARISTOTELES
Filsafat sebagai ilmu yang menyelidiki tentang hal ada sebagai hal ada yang berbeda bagian-bagian yang satu atau lainnya.
KONSEPSI FILSAFAT CICERO
Filsafat sebagai “The mother of all the art” : ibu dari segala seni
Filsafat sebagai “Art vitae” : seni kehidupan
KONSEPSI FILSAFAT THOMAS AQUINAS
Pada abad pertengahan filsafat dianggap sebagai pelayanan dari teologi, yaitu sebagai sarana menetapkan kebenaran-kebenaran mengenai Tuhan yang dapat dicapai akal manusia.

KONSEPSI FILSAFAT JOHN WILD

John Wild disebut sebagai tokoh pembela filsafat realisme menganggap filsafat sebagai usaha untuk mengerti fakta-fakta yang paling dasar mengenai dunia yang kita diami dan sejauh mungkin menerangkan fakta-fakta ini.
KONSEPSI FILSAFAT J. DEWEY
J. Dewey mengemukakan konsepsi pragmatisme bahwa filsafat haruslah dipandang sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia dalam upaya terus menerus melakukan penyesuaian kumpulan tradisi yang membentuk budi manusia yang sesungguhnya terhadap kecenderungan2 ilmiah dan cita2 politik yang baru dan tidak sejalan dengan wewenang yang diakui.

KONSEPSI FILSAFAT J.A. LEIGHTON

Filsafat sebagai pandangan hidup, sebagai usaha yang kukuh dari orang biasa maupun cerdik pandai untuk membuat hidup sedapat mungkin dapat dipahami dan mengandung makna.

KONSEPSI FILSAFAT FRANCIS BACON

Pemikir Inggris ini menamakan filsafat “induk agung dari ilmu-ilmu”.
Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

KONSEPSI FILSAFAT SIDEWILK

Filsafat dinamakan ilmu dari ilmu-ilmu (scentia scientiarum):
Filsafat memeriksa pengertian-pengertian khusus, azaz fundamental, metode yang tegas, dan kesimpulan-kesimpulan utama dari suatu ilmu dengan maksud mengkoordinasikan nya dari ilmu-ilmu lain.

Jumat, 29 Januari 2010

PEMIKIRAN FILOSOFIS TENTANG MEDIA KOMUNIKASI

Arti, Fungsi dan Hakikat Media sebagai Penunjang Kegiatan Komunikasi

Media komunikasi dapat juga berarti non alat seperti lambang verbal maupun non verbal, termasuk suasana,kondisi lingkungan, faktor personal dan situasional yang menunjang dan mendukung terjadinya komunikasi.

Fungsi media komunikasi

Secara umum media komunikasi digunakan untuk mencapai komunikasi yang efektif, karena media komunikasi merupakan perpanjangan tangan komunikator untuk mencapai komunikan sasarannya. Oleh sebab itu, komunikator harus tahu siapa komunikannya termasuk faktor – faktor personal, situasional, harus tahu pesan yang akan disampaikan, bagaimana strategi penyampaian pesan, media apa yang paling efisien untuk mencapai komunikannya.
Fungsi media komunikasi memperluas komunikasi antar manusia dengan :
- meningkatkan produksi pesan dan pendistribusian
- meningkatkan persediaan, penyimpanan, dan temu balik pesan komunikasi (ruben, 1992:245)

Hakekat Kehadiran Media Komunikasi Bagi Kehidupan Manusia

Kehadiran media komunikasi amat penting bagi kehidupan manusia. Media komunikasi memberikan pengaruh yang besar pada banyak aspek kehidupan manusia sebagai individu. Media juga mempengaruhi kehidupan kelompok dan masyarakat dan dunia sehingga mampu meningkatkan peradaban manusia.


Tinjauan Mengenai Eksistensi Media Komunikasi

Media komunikasi sebagai alat bantu

Sebagai alat, media komunikasi membantu manusia mendistribusikan ide –ide, gagasan, dan pikiran dalam bentuk lambang yang berarti bagi manusia lain. Media komunikasi juga memperbesar kemampuan memproduksi berbagai macam pesan bernetuk audio, tulisan, gambar, simbol dan lain-lain.

Media massa dan media nirmassa

Media massa seperti surat kabar, radio, televisi dan film digunakan untuk menjangkau sejumlah besar komunikan (Effendy, 1990:18)

Media nirmassa seperi surat, poster, brosur dan lain-lain yang digunakan untuk menjangkau satu atau sejumlah komunikan yang relatif sedikit..

Kelebihan Dan Kekurangan Media Komunikasi

Kelebihan dan kekurangan media sebagai alat
Sebagai alat, media komunikasi dibagi-bagi dalam tiga sifat :
1. bersifat didengar
2. bersifat visual
3. bersifat audio visual

kelebihan dan kekurangan media massa
1. surat kabar
kekurangan : pesan diungkapkan hanya dalam bentuk huruf dan gambar tidak bergerak
kelebihan : dapat disimpan, difotokopi, didokumentasikan, dikaji ulang, dijadikan bukti

2. televisi
kekurangan : siarannya bersifat sepintas, kadang ada gangguan penerimaan,
kelebihan : gambarnya hidup, memiliki efek suara dan memliki kekuatan kata-kata

3. radio
kekurangan : tidak ada visualisasi sehingga harus menggunakan kata-kata yg mudah dipahami
kelebihan : efek suaranya lebih nyata, dapat dinikmati tanpa menggangu aktifitas lain

4. Film
Kekurangan : komunikan harus datang khusus untuk menyaksikannya
Kelebihan : penggunaan gedung, efek khusus, audio visual yang bagus

Optimalisasi peran media komunikasi

Ada 5 hal efek kehadiran media massa sebagai benda fisik (jalaludin rachmat 1992:220) yaitu :
1. Efek sosial
2. efek sosial
3. efek penjadwalan kegiatan
4. efek pada penyaluran / penghilangan perasaan tertentu
5. efek pada perasaan orang terhadap media

dapat simpulkan :
- Mc Luhan berpendapat bahwa ‘media adalah pesan” dan isi pesan sama sekali tidak mempengaruhi kita. Yang mempengaruhi adalah media komunikasi yang kita gunakan.
- Steven H.Chaffee berpendapat bahwa memang ada 5 efek kehadiran media massa sebagai benda fisik. Tetapi tidak dijelaskan apakah itu berarti bahwa dia setuju pada pendapat yang menolak pengaruh isi pesan.
Walaupun kehadiran media komunikasi sebagai benda fisik memberikan pengaruh, pengaruh dari isi media komunikasi tetap ada.


MEDIA KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA

Perkembangan media komunikasi memberikan banyak kesempatan pada manusia untuk memperluas jangkauan komunikasinya, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Lebih dari itu kemajuan dan perkembangan media komunikasi membuka bnyak lapangan pekerjaaan baru.

Peluberan informasi

Perkembangan media komunikasi akan menambah jumlah jenis media komunikasi dan juga jumlah pesan yang ada. Hal ini menyebabkan suatu kondisi yang disebut “peluberan informasi”.

Pengendalian Arus Informasi

Pengendali arus informasi, dapat menrapkan kebijakan informasi yang akan didistribusikan dan dapat pula dia yang memaknai informasi-informasi tersebut. Sehingga kemungkinan komunikan tidak lagi memiliki kebebasan memaknai informasi.
Seperti dijelaskan oleh sebuah pendekatan yang disebut “uses and gratification”, bahwa komunikan/masyarakat aktif menggunakan media komunikasi untuk memenuhi kebutuhannya. (rakhmat, 1992:199). Komunikan atau masyarakat akan memilih media komunikasi yang sesuai dengan pemuasan kebutuhannya.

IDEAL KOMUNIKASI : SISTEM AUTHOTITARIANISM, SISTEM LIBERTARIANISM, SISTEM KOMUNIS ; KONSEP TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN KONSEP LAINNYA.

AUTHORITARIANISM

Authoritarianism merupakan sistem kekuasaan yang sempat mengundang silang pendapat terhadap kekuasaan absolut. Karakter yang yang muncul yaitu sentralisasi kekuasaan pada satu tangan elit yang berkuasa.

A. Pergeseran Pemikiran ke arah pembatasan absolutisme
Menurut Aristosteles tugas para filosof adalah mengidentifikasikan bentuk final dari negara yaitu dalam mewujudkan kehidupan yang baik. Menurut Aquino, negara adalah suatu lembaga alamiah yang dilahirkan karena kebutuhan-kebutuhan pokok manusia.
Menurut sistem authoritarinism, maka negara pada derajat yang tinggi diatas segalanya. Setiap warga negara akan mencapai prestasi tertingginya jika bersandar pada negara.
Menurut Hegel, negara itu suatu organisme berdasarkan kesusilaan. Negaralah yang memberi kemerdekaan dan persooljkheid(kepribadian).

B. Karakteristik Transaksi Komunikasi
Sistem Authoritarianism memunculkan karakter bagaimana hubungan individu – individu dengan negara . dalam pandangan Siebert bahwa hubungan media massa dan masyarakat ditentukan oleh asumsi-asumsi filosofi yang mendasar tentang manusia dan negar. Dalam hal ini tercangkup sifat manusia, masyarkat, hubungan antar manusia dengan negara dan filosofi yang mendasar, sifat pengetahuan dan sifat kebenaran.

Simbol – simbol kekuasan .

Secara rinci Authoritarianism memunculkan ciri-ciri sebagai berikut :
- Proses komunikasi berlansung secara vertikal
- Feedback (umpan balik) dari masyarakat hampir tiadk tampak
- Tema pesan komunikasi dalam bentuk :
• menumbuhkan sifat-sifat pengkultusan
• mewujudkan loyalitas pengabdian
• orientasi kewilayahan
• mewujudkan integritas sikap
- pendapat cenderung tidak ada
- Media massa dikontrol


Secara normatif hukum komunikasi tidak berfungsi, karena output komunikasi sebagai sebagai kebijaksanaan komunikasi penguasaan tidak berdasar pada output masyarakat.

Sistem Libertarianism

A. Pemikiran – pemikiran tentang Demokrasi
Dasar awal dari magna charta pada tahun 1225. Dalam demokrasi liberal menandai suatu masyarakat yang kompetitif, individualis, dan bekerjanya negara liberal, yang melayani masyarakat dengan sistem kompetisi partai. Penempatan hukum pada tangga utama memberi isyarat bahwa sistem liberal sebagai sistem kekuasaan yang berdasar pada hukum . dalam konteks ‘’the rule of law’’ friedmann dalam bukunya meninjau rule of law dari 2 sifat yaitu :
1. segi formal yang berarti Organisasi Pemerintah,
2. rule of law sebagai kenyataan

B. Hakikat Kebebasan Berkomunikasi
Setiap konstitusi pada dasarnya memuat 4 unsur utama yang terkait dengan aspek pemerintahan, aspek politik, dan hak-hak asasi manusia yaitu :
1. Bill of rights tentang hak-hak asasi manusia
2. Governmental Frame Work , Pola pemerintahan
3. Political Frame work, Pola pembagian kekuasaan
4. Administrative Frame work, Pola daministrasi negara

C. Proses Komunikasi Berlansung Berdasar Norma-norma Komunikasi (Hukum-hukum komunikasi)
Proses komunikasi akan efektif jika antara komunikan dan komunikator terjadi respons sehingga tujuannya tercapai. Menurut bride, demokratisasi komunikasi dirumuskan sebagai berikut :
1. individu adalah sebagai partner bukan sebagai objek saja
2. meningkatnya pesan yang dipertukarkan
3. mendorong perkembangan dan kualitas komunikasi yang diwakili masyarakat


IDEAL KOMUNIKASI : MENURUT KONSEP TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN SISTEM LAINNYA

A. Tanggung Jawab Sosial sebagai Suatu Konsep
Konsep tanggung jawab sosial meletakkan titik berat kajiannya pada bidang jurnalistis dan penerbitan.
Sistem tanggung jawab sosial tidak dapat diterapkan secara utuh karena memerlukan kesadaran akan tanggung jawab dan tanggung jawab individu secara utuh.

B. Sistem Pancasila
Sistem ini berakar pada UUD 1945, dengan kewajiban yang telah disetujui bersama untuk mencipatakan integritas nasional , loyalitas nasional, dan disiplin nasional dalam kerangka yang disebut Wawasan Nusantara.






FILSAFAT KOMUNIKASI : ETNIS KULTUR, HAKIKAT DAN ORIENTASI POLA PIKIR ETNIS, KULTUR, SISTEM NILAI, JALINAN KOMUNIKASI DENGAN PROBLEMA KUTURAL

Terbentuk negara adalah konsep ideal dari etnis kultur untuk mengejar cita-cita hidup yaitu kesejahteraan lahir dan batin.

A. Hakikat dan Orientasi Pola Pikir Etnis Kultur
Dalam wujud bangsa muncul nilai – nilai ideal untuk tetap dipelihara keutuhan dan kelestariannya dengan pedoman yang telah dirumuskan bersama.

B.Hakikat Komunikasi sebagi hakikat kebutuhan etnis kultur
Meningkatnya frekuensi komunikasi antaretnis sebagai konsekuensi berkembangnya pola pikir dan meningkatnya kualitas kepentingan. Sehingga membuat transaksi komplementer mengandung makna bahwa kebutuhan antar etnis baik kultur baik sebagai komunikator maupun komunikan terpenuhi. Komunikasi komplementer dalam skala lebih luas mengandung makna bahwa kebutuhan dan kepentingan etnis dalam lingkup negara dapat terpenuhi, sehingga persepsi tentang keutuhan ‘’geo natur’’ dan ‘’geo kultur’’ dapat diwujudkan.

C.Sikap toleransi Etnis Kultur Sebagai Hakikat Ideal Komunikasi
Dalam keberadaannya etnis kultur terbentuk oleh geonatur yang mengikatkan diri pada tempat keberadaannya. Karakter yang muncul dari masyarakat yaitu orientasi sikap perilaku ke dalam etnis kultur.

FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI

Pikiran sebagai Isi Pesan Komunikasi

A. Kemampuan Berpikir Sebagai Ciri Khas Manusia

Ciri khas manusia yang membedakan derajatnya dibanding mahluk lain adalah kemampuan berpikir. Aristosteles mendefenisikan manusia sebagai binatang yang berakal budi (animal rationale). Aristosteles menyatakan ada 3 jenis mahluk hidup dengan roh yang tarafnya bertingkat-tingkat, yaitu :
1. Roh vegetatif (anima vegetatif) yang dimiliki tanaman yang hanya bisa bertahan hidup dengan cara mengkonsumsi makanan
2. Roh sensitif (anima sensitiva) yang dimiliki binatang disertai juga roh vegetatif.
3. Roh intelek (anima intelektiva) yang dimiliki manusia , disertai roh vegetatif dan sensitif.

Tiga ciri pembeda manusia dan binatang adalah :
1. ciri-ciri fisik
2. ciri-ciri sosial
3. ciri-ciri khas manusia sebagai persona

1. ciri-ciri fisik manusia antara lain ;
- Bentuk tubuhnya dapat berdiri tegak
- Dapat menggerakan dan memutar-mutar tangan dan kakinya
- Memiliki bentuk otak yang besar serta sistem saraf yang unik dan teratur

2. ciri-ciri sosial, antara lain ;
- Dapat berbicara baik lisan maupun tulisan serta mampu mempergunakan simbol
- Mampu menemukan hal-hal yang baru serta mengahsilakn kemajuan-kemajuan di bidang budaya, ilmu dan tekhnologi
- Pertumbuhan kerjasama dan persaudaraan yang makin lama semakin luas.

3. ciri-ciri khas manusia sebagai persona ( peranan individu dalam drama kehidupan)
a. Kesadaran diri
b. Berpikir reflektif, mampu menggambarkan diri dimasa lampau dan memproyeksikan diri di masa depan
c. Diskriminasi etis, mampu untuk mengadakan pilihan-pilihan baik atau buruk
d. Mampu mengadakan penilaian/penghargaan estetis
e. Kemampuan mentransendensi dimana manusia mampu melampui apa yang ada dalam pengalaman manusia

B. Intensitas Berpikir
Ada 2 aspek penting dalam diri manusia berhubungan dengan fungsi bepikir yaitu wissen (mengetahui) dan vestehen (memahami). Kaitan antara fungsi fungsi berpikir untuk mengetahui dan untuk memahami, manusia dalam proses berpikirnya dapat berpijak dari pengalaman yang sifatnya sensitivorasional dan metarasional (Poespoprodjo,1991 :4)

a. berpikir dari sensitivorasional yaitu ketika berpikir dan akan mengkomunikasikannya pada orang lain, tentang hasil pikiran tetapi memunculkannya berkisar pada persoalan tahu dan mengetahui.
b. Berpikir sampai metarasional dimana manusia tidak lagi bertolak dari relitas yang dapat diindera saja, tetapi hal-hal yang telah menjadi objek berpikr secara metafisik. Kemengertian manusia akan Tuhan dengan segala sifat-sifatnya akan membawa manusia kepada konsekuensi untuk bersujud dan berserah diri. Kepercayaan ini bersifat suprarasional. Interpretasi adalah proses memperantarai dan menyampaikan pesan secara eksplisit dan implisit termuat dalam realitas.
c. Pertimbangan nilai , sebelum pesan disampaikan kepada komunikan seorang komunikator harus melakukan pertimbangan nilai (value judgement) dalam mengemas pikirannya dengan bahasa dalam ideasi (pengidean). Ada kalanya komunikasi sebagai konsekuensi dari hubungan sosial dilakukan tanpa tujuan tertentu dalam arti tidak diharapkan timbulnya efek tertentu tetapi memunculkan nilai tertentu (Effendi, 1993 :374). Pertimbangan nilai menyangkut sikap dan harus dibedakan dari deskripsi atau penjelasan.

Seorang komunikator dalam menarik kesimpulan yang benar, memerlukan 2 syarat yaitu :

1. Putusan-putusan yang menjadi dasar pemikiran harus benar.
2. harus ada hubungan antara putusan yang satu dengan putusan yang lain memungkinkan terjadi hubungan yang tepat menuju kesimpulan.

Dengan memahami logika, seorang komunikator diharapkan tidak akan terpeleset dalam kekeliruan dan kesesatan. Francis Bacon dalam bukunya “ Novum Organum” menganjurkan penggunaan metode induktif dalam menemukan kebenaran, dengan mendasarkan pada pengamatan empiris, analisis data yang diamati, penyimpulan yang trwujud dalam hipotesis dan verifikasi hipotesis lewat pengamatan dan eksperimen lebih lanjut. Namun ada penghalang metode induktif yaitu prakonsepsi dan prasangka yang diklasifikasikan sebagai berikut :
1. the idols of the tribe (idola tribus), sumber kesesatan yang berdasar pada kodrat manusia, pada ras manusia
2. the idols of the cave (idola specus), sumber kesesatan berdasar pada prasangka pribadi setiap orang, disamping dikurung oleh kesesatan-kesesatan yang umum pada umat manusia juga dikurung oleh kurungannya sendiri. Sehingga tidak mampu melihat hubungan kausalitas dari fakta-fakta yang dijumpainya.
3. the idols of the market place (idola fori), sumber kesesatan disebabkan seseorang tidak membuat pembatasan pada term-term yang dipakai untuk berpikir dan berkomunikasi.
4. the idols of the theatre (idola theatri), sumber kesesatan karena sikap seseorang dalam menerima tradisi otoritas secara membuta.


Pengertian Etika

Menurut Willianm Benton Etika adalah studi yang sistematis dari konsep-konsep nilai baik, buruk,harus,benar, salah dan sebagainya atau prinsip-prinsip umum yang membenarkan kita dalam penerapannya dalam segala hal yang disebut juga filsafat moral (Encyclopedia Britannica, 1972)

Louis O Kattsoff, Etika adalah cabang aksiologi yang pada pokoknya mempersoalkan tentang predikat baik dan buruk(dalam arti susila atau tidak susila).(Elements of Philosophy, 1953)

Ragam defenisi etika ditinjau dari pengertian dibagi menjadi 3 :
1. Etika deskriptif, penggambaran yang menyangkut nilai dan ilmu pengetahuan dalam membicarakan baik buruknya dalam masyarakat.
2. Etika normatif, pencarian ukuran umum bagi baik dan buruknya tingkah laku.
3. Etika kefilsafatan, mempersoalkan tentang arti-arti yang dikandung oleh istilah-istilah kesusilaan yang dipergunakan oleh orang dalam membuat tanggapan – tanggapan kesusilaan.

Franz Magnis Suseno (1997:19) dalam etika dasar menyebut ada beberapa norma. Norma adalah peraturan atau pedoman hidup tentang bagaimana seyogyanya manusia harus bertingkah laku dan berbuat dalam masyarakat. Norma-norma dapat dibedakan :
1. Norma teknis dan permainan, hanya untuk tujuan-tujuan tertentu atau untuk kegiatan sementara dan terbatas
2. Norma yang berlaku umum, yang dapat dibedakan :
- Norma kepercayaan / keagamaan
- Norma moral
- Norma sopan santun
- Norma hukum


Mazhab – Mazhab Etika

Mazhab – mazhab dalam etika diantaranya adalah :
1. Egoisme, tindakan/perbuatan yang paling baik adalah yang memberi hasil / manfaat bagi diri sendiri untk jangka waktu selama diperlukan / dalam waktu yang lama (Sutrisno Hudoyo, 1979:48). Egoisme secara praktis terlihat dari :
1.1 Hedonisme (kesenangan) yang dikelompokkan dalam :
- hedonisme etis - hedonisme psikologis
- hedonisme egois - hedonisme altruistis
- hedonisme universalistis - hedonisme estetis
- hedonisme religius - hedonisme analitis
- hedonistis sintetis empiris - hedonistis sintesis apriori

1.2 Eudaemonisme (bahagia baik rohani maupun fisik). Aristosteles berpendapat bahwa tercapai dalam kegiatan yang merealisasikan bakat-bakat dan kesenangan manusia.

2. Deontologisme (diharuskan / diwajibkan), bentuknya ada 2 :
2.1 Deontologisme Tindakan , yaitu baik dan buruknya tindakan dapat dirumuskan atau diputuskan dalam dan untuk situasi tertentu dan sama sekali tidak ada peraturan umum (etika situasi).
2.2 Deontologis Peraturan, kaidah moral yang berlaku adalah baik buruknya diukur pada satu atau beberapa peraturan yang berlaku umum, dan bersifat mutlak, tidak dilihat dari baik buruknya perbuatan itu.

3. Utilitarianisme , mazhab ini berpendapat bahwa baik buruknya tindakan seseorang diukur dari akibat yang ditimbulkannya.(mazhab teleologis). Ada 2 bentuk utilitarianisme, yaitu :
3.1 Utilitarianisme Tindakan, segala tindakan manusia akan mengakibatkan sedemikian rupa kelebihan akiat baik yang sebesar mungkin.
3.2 Ulititarianisme Peraturan, betindaklah sesuai perturan.

4. Theonom, mahzab ini mengatakan bahwa kehendah Allah adalah ukuran baik buruknya suatu tindakan. Ada 2 macam teori ini yaitu :
4.1 Teori Theonom murni , kaidah yg terkandung adalah suatu perbuatan dianggap benar / susila jika sesuai dengan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan Allah kepada manusia.
4.2 Teori umum kodrat / etika perwujudan diri



Pengertian Etika Komunikasi

Richard L.Johannesen dalam bukunya Etika Komunikasi memuat pertanyaan – pertanyaan dasar yang dipakai sebagai alat untuk membuat penilaian etika komunikasi yang lebih sitematik dan memiliki dasar yang kuat :

Ia juga memaparkan 7 perspektif dalam penilaian etika komunikasi insani, yaitu :

1. perspektif politik
2. perspektif sifat manusia
3. pespektif dialogis
4. perspektif situasional
5. perspektif religius
6. perspektif legal